Thibbunnabawi


 

Bagaimana Menjaga Kesehata Mental di Masa Pandemi

 

Assalamualaikum Teman-teman ...

Alhamdulillah  ya aku berkesempatan mengisi sebuah WEBINAR untuk santriwati Darunnajah 9 Pamulang, Jumat 9 Oktober 2020. Nah, tema yang di request yaitu tentang kesehatan mental di masa pandemi seperti saat ini. Kenapa sih kesehatan mental yang dibahas? Ya karena untuk menjaga kesehatan fisik, peran dari dalam tubuh ini penting banget lo gaes!

Dari ilmu psikologi maupun Thibbunnabawi, semua menjelaskan bahwa kesehatan manusia itu berasal dari dua sumber. Itulah mengapa kalau kita ditanya kabar bisa menjawab sehat wal afiat, yang artinya sehat lahir batin. Kalau lagi ada masalah, biasanya kita bakalan bilang “Yaaa, lumayan lah.” atau kalau yang nanya orang dekat, kita bakalan langsung curhat.

Untuk menjaga kesehatan secara fisik, udah banyak ya flyer yang disebar kemana-mana. Mau itu daring atau berbentuk benda di dunia nyata. Kalian juga pasti udah pada hafal kan protokol kesehatan pencegahan Covid?

Cuci tangan, pakai masker, social distancing dan keluar rumah seperlunya saja.

Tapi mungkin gak kita di rumah aja masih bisa tertular pandemi ini?

Ya mungkin aja, bisa banget malahan kalau memang sudah Allah taqdirkan seperti itu. Jadi pembahasan kita kali ini gak terkhusus buat orang sehat aja ya. Bagi yang ODP, OTG, yang lagi nunggu hasil SWAB Test, bahkan yang sudah reaktif positif pun bagus banget kalau mau mencoba tips yang aku sampaikan berikut ini.

Kita coba tengok dulu ya, dalam padangan agama gimana sih kita memandang pandemi saat ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوْا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيْهِمْ الطَّاعُوْنُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ قَدْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِيْنَ مَضَوْا

”Tidaklah nampak perbuatan keji (zina) di suatu kaum, sehingga dilakukan secara terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka tha’un (wabah) dan penyakit-penyakit yang tidak pernah menjangkiti generasi sebelumnya.” [HR. Ibnu Majah, lihat ash-Shahihah no. 106]

Arti kata tha’un:

مرض فيروسي معدٍ خطير مميت غالبًا

“Penyakit akibat virus (organisme) yang menular, berbahaya dan mematikan secara umum.” [lihat Kamus Al-Ma’any].

Oke, sekarang coba tengok kanan kiri perhatikan sekitar kita. Manakah yang tidak membuka jalan zina? Buka pintu rumah, banyak perempuan yang keluar rumah pakai baju tapi seperti telanjang. Di rumah aja, nyalain tivi lihat tayangan yang ceritanya pacaran, pemain lakon biasanya yang good looking dan pakaiannya kekurangan bahan. Buka sosmed, isinya berita clickbite berita gosip yang menyebarkan aib seseorang. Bahkan para LaGiBeTe pun diberikan panggung untuk exist di dunia kita sekarang ini. Jadi jangan heran ya kalau ada wabah yang merebak sekeliling dunia.

Lalu yang kedua, ada rahmat yang besar dibalik wabah yang terjadi sekarang ini. Gak percaya? Coba cek hadist di bawah ini:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena ath-tha’un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah.” (HR. Bukhari, no. 2829 dan Muslim, no. 1914)

Kan, pintu kesempatan mati syahid tanpa berperang saat ini sedang terbuka lebar. Jadi bagi kerabat dan keluarga kita yang sudah dipanggil Allah melalui wabah Covid ini, mari kita doakan semoga Allah memasukkannya ke dalam golongan orang yang mati syahid dan kita semua dapat berkumpul kembali di surga-Nya kelak. Aaamin.

Allah kan menciptakan segala sesuatu pasti ada hikmahnya ya gaes. Everything happens for a reason, jadi gak ada yang Allah ciptakan sia-sia! Allah juga udah ngasih kita banyak pilihan dalam hidup. Mau hidup bahagia, sehat dan juga tenang? Juga udah ada caranya. Sekarang bagi kita yang sedang diuji dengan wabah Covid, Allah mau lihat nih seberapa baiknya nilai kita menjalani pandemi ini.

Orang sekolah aja ada nilainya, masa kita yang hidup bertahun-tahun enggak? Nanti nilai kehidupan kita akan dihisab setelah kita selesai menghabiskan usia kita di bumi ini. Jadi sekarang kita belajar bareng-bareng ya gimana kisi-kisinya supaya kita bisa lulus ujian ini dengan nilai yang bagus J

Kita sebagai manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Allah menghidupkan kita terlahir ke dunia ini dengan fitrah yang sempurna. Termasuk fitrah kesehatan yang memang Allah bekali kita sedari lahir. Dalam Quran Surat Asy-Syu’ara Ayat 80

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

 “Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.”

Fitrah dalam tubuh kita ini berguna untuk menolak serta menyembuhkan secara pribadi setiap penyakit yang menyerang dirinya. Kekuatan tersebut dalam dunia kedokteran dikenal dengan sistem imunitas (daya tahan tubuh). Ia berfungsi menghalau masuknya penyakit yang datang dari luar tubuh, baik yang berupa bakteri, virus, atau patogen-patogen luar.

Kekuatan fitrah (imunitas) bergantung pada 4 faktor utama yaitu: spiritual (qalbu), mental (akal), emosi (nafsu), dan fisik (jasmani). Keempat faktor tersebut saling terkait satu sama lain. Dari keempat aspek tadi ada satu yang memiliki peran paling dominan dalam menumbuhkan kekuatan fitrah (imunitas) pada diri manusia yaitu faktor spiritual. Sedangkan peran emosi dan mental lebih dominan ke arah keseimbangan hormonal dalam tubuh yang langsung berimbas ke fisik. Gak main-main lho, kekuatan spiritual ini mengambil peranan sebesar 50% dibanding lainnya.

Lalu bagaimana sih caranya? Kita sudah punya lho pedoman terpercaya untuk kita ikuti bersama. Allah udah ngasih tau dalam surat Al-Ahzab ayat 21:

لَقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِىۡ رَسُوۡلِ اللّٰهِ اُسۡوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنۡ كَانَ يَرۡجُوا اللّٰهَ وَالۡيَوۡمَ الۡاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيۡرًا

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”

 

Kata surat An-Najm ayat 3 dan 4, “Dan dia tidak berbicara menurut kemauan hawa nafsunya, ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”. Jadi, apa kita mau menyangkal apa yang sudah Rasulullah sampaikan?

Khusus pembahasan kesehatan dari Rasulullah, kita mengenalnya saat ini dengan istilah “THIBBUNNABAWI”. Kalau kalaian beranggapan bahwa Thibbunnabawi hanya tentang herbal, kalian salah besar!

 

Thibbunnabawi ini pembahasannya kompleks, lho. Holistik secara menyeluruh dan sudah paripurna. Jadi pembahasan Thibbunnabawi gak cuma herbal aja, tetapi bagaimana caranya kita mencontoh apa yang sudah Rasulullah contohkan agar sehat luar dan dalam.

Cukup sampai di sini dulu ya kata pengantarnya. Next disambung ke artikel selanjutnya.

 

1 komentar:

HP Tertinggal di Dusun Semilir?!

            Kali ini kami berkesempatan mengunjungi tempat wisata di Dusun Semilir. Bertempat di Jl. Soekarno-Hatta No. 49, Ngemle, Bawen, N...