Andrographis HNI HPAI

 

Dulu aku orangnya panikan. Anak demam dikit langsung lari ke dokter spesialis anak. Biar mahal, apa sih yang enggak buat anak sendiri. Obat dari dokter diresepkan paracetamol dan antibiotik. Karena percaya banget sama dokter, akhirnya nurut aja disuruh habiskan obat bejibun begitu.
Nah, begitu demam beberapa sesi kemudian,  kok efek paracetamol nya gak sebagus waktu pertama ngasih ya?  Karena demam gak turun-turun, akhirnya dikasih lagi, dikasih lagi. Frekuensinya nambah terus.
Sampai suatu ketika anakku masuk RS dan harus dirawat inap selama 3 hari karena muntaber. Begitu pulang, gak lama kemudian dia sakit lagi.
Karena harus tinggal di desa sebab ikut suami bertugas, saya cuma bisa bawa anak ke Bidan karena RS terdekat berjarak sangat jauh. Di situlah bidan berkata, "Bu, anak Ibu sudah di rawat di RS kan kemarin?  Sekarang antibiotik biasa udah gak mempan Bu. Harus pakai antibiotik tingkat dua". Wadhuh, berarti tubuh sekecil ini harus dikasih obat keras dong?



Saat itulah aku teringat perkataan Dokter hebat yang saya temui beberapa tahun lalu.
"Ibu gak tega kasih anak sekecil ini obat keras?  Ini sama aja ngasih anak racun!" Lalu oleh dokter perempuan bermarga Marpaung itu pun aku disuruh keluar ruangan tanya dibekali resep. Tanya ceramah panjang lebar yang sangat membekas hingga sekarang.

Mau serepot apa pun kita saat anak demam, jangan sampai kita kehilangan kesabaran dan ingin mengambil jalan pintas dengan obatan sintetik yang bekerja hanya untuk menekan gejala. Beliau tekankan bahwa demam bukanlah sebuah penyakit, melainkan signal tubuh untuk memberi tahu bahwa ada yang salah dalam tubuh dan perlu diperbaiki. Maka carilah inti permasalahannya, maka alarm demamnya akan hilang dengan sendirinya.

Dari situ saya mulai melepas obat panas secara perlahan. Tanya membalur minyak kelapa dan parutan bawang merah. Lalu setelah punya anak 4, saya butuh obat yang praktis, aman, cepat dan tidak meracuni tubuh,  tapi efek farmakologinya cepat di respon tubuh.
Memangnya ada?
Adaaa dong!  Andrographis jawabannya.

Saya sangat bersyukur sudah menghijrahkan semua konsumsi harian ke produk halal milik umat muslim, termasuk obat-obatan. Andrographis ini menjadi obat wajib yang selalu saya bawa kemana-mana.

Anak demam?  Tinggal kasih andrographis dan Extrafood. Biasanya gak sampai dua hari demam reda. Padahal kalau pakai parcet bisa sampai tiga hari lebih baru reda. Alhamdulillahnya lagi, andro ini multi fungsi. Buat sakit gigi?  Bisa. Buat pusing, nyeri, bengkak, pokoknya ini *Pain Killer* alami yang selalu saya bawa kemana pun keluarga kami pergi. Ayah Bunda gak percaya?

Buktikan sendiri khasiatnya 😉

Chat me at 082246938067

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HP Tertinggal di Dusun Semilir?!

            Kali ini kami berkesempatan mengunjungi tempat wisata di Dusun Semilir. Bertempat di Jl. Soekarno-Hatta No. 49, Ngemle, Bawen, N...